Home > piece of mine and mind > One Memorable Moment in My Himastron

One Memorable Moment in My Himastron

Saat bongkar-bongkar foto-foto Himastron jaman dulu secara tak sengaja menemukan foto ini.

himastron

Hmm..dan tiba-tiba otak mulai mengolah informasi itu dan kemudian menghadirkan sebuah dejavu..perasaan yang sempat sangat membekas di hati. Dan tiba-tiba pula secara reflek tangan mulai menekan tuts-tuts keyboard di kompiku tersayang

Here we go..

Dulu, dulu sekali saya pernah mencalonkan diri menjadi ketua Himastron ITB. Entah angin apa yang mendorong saya mencalonkan diri. Setelah menggali-gali ingatan dan memporak-porandakan memori sedikit teringat motivasi apa yang dulu saya miliki. Pertama,kecintaan saya terhadap Himastron (halah..) dan keinginan untuk eksis di Himastron. Kedua, ada beberapa orang yang ngaku ngaku sebagai tim sukses dan memotivasi untuk mencalonkan diri. Jadi niat saya tambah bulat..and i take the chance. Sainganku tentu saja teman2 seperjuangan sendiri, dan mulai lah kami hearing di depan anggota2 Himastron yang lain.

Akhirnya tibalah saat penghitungan hasil suara,deg-degan..tentu saja..Gambar di atas tentunya sudah sangat menggambarkan apa hasil pemilu Himastron saat itu. Tidak ada seorang pun yang mempercayakan Himastron pada saya. Jujur, seketika itu rasanya sedih banget..dan kepercayaan diri jatuh. Bukan karena tidak terpilih tapi karena tidak ada satupun yang mempercayakan Himastron di tangan saya. Sejak awal saya memang tidak terlalu ngotot ingin menjadi ketua Himastron, tapi hasil itu ternyata mampu membuat sisimanusiawi dan rasional saya berkata ada yang salah dengan eksistensi saya di Himastron.

Jatuh bangun (kayak judul lagu ye..) saya berusaha bangkit dari ketidakpercayaan diri. Sendirian saya berusaha bangkit dan meyakinkan diri sendiri. Dan tetap berusaha mengeksiskan diri di Himastron (teutep..eksis), entah motivasi apa yang saat itu saya punya. Happy endingnya, saat itu saya bisa menerima apa yang telah terjadi. Bahkan saya sempat merasakan kebanggan terselip di hati saya. Bangga bisa menjadi pemimpin buat diri saya sendiri dan mampu mengatur kepingan-kepingan emosi. Tidak lagi menyalahkan orang2 yang dulu ngaku2 jadi tim sukses tapi kemudian tak ada satupun yang konkret. Sekarang hanya bisa tersenyum mengingat peristiwa itu. Dan sekarang selalu berusaha menerima peran yang sedang saya jalankan di dunia maya ini dengan ikhlas. Dengan senang hati dan dengan bangga..

Yang jelas, Himastron ku sekarang masih tetap berwarna..dengan pelukis-pelukisnya. Siapapun yang memberi warna dengan cinta bagiku adalah seorang pemimpin..entah dengan titel apa yang sedang diembannya.

Advertisements
  1. yudho
    November 14, 2008 at 5:56 pm

    gambarnya mengingatkanku saat pemilihan kahim’02, hasil count ed vs me bedanya antara langit dgn bumi:D. Sukses ya kk^_^

  2. November 22, 2008 at 8:10 am

    Yang jelas bagi saya, mbak ayu dan teman-teman yang lain sudah melukiskan sesuatu yang indah dan akan tetap dikenang oleh pelaku kehidupan saat itu πŸ™‚

    Btw, bener juga nih yang ngaku tim sukses nggak kongkret πŸ˜€ tapi yang saya pahami memang banyak orang yang mengompori angkatan yang kebagian jatah supaya banyak yang mencalonkan diri πŸ™‚

  3. November 22, 2008 at 9:20 am

    iya mas itu memang budaya di H* yang dibentuk untuk ngomporin per individu ..tapi mungkin saat itu saya berpikir dengan kerangka dan budaya yang berbeda dari yang dimiliki H*. Jadi saya berangkat dari real ato nggak nya pencalonan saya saat itu..tapi yg jelas itu semua menjadi kenikmatan sendiri kok mas πŸ™‚

  4. November 25, 2008 at 3:27 am

    bagi himastron dan anggotanya seorang onah tetap memiliki peran besar dalam membesarkan himastron.

    mau ngebuek2 emori masa lalu ah…

    pemilu ini adalah pemilu paling seru yang saya pernah alami. maklum saja, anak 2002 jadi panitianya. pemilunya khan diulang entah karena apa, lupa. yang pasti kami anak2 2002 yang ga tau apa2 tentang pemilu bingung abysss.. ini pemilu yang kedua, pemilu yang “bener”.

    btw, di pemilu kedua awak ndak nyoblos. waktu itu awak ndak bisa ke kampus karena mendadak mampus. maklum aja (beberapa) malam sebelumnya dihajar sama anak2 himastron buat nyari solusi buat masalah pemilu tambah lagi harus nyiapin tahapan pemilu dan ngadain hearing. beuh..

    padahal nih ya, awak punya pilihan sendiri. kalau awak hadir dan nyoblos waktu itu, hasilnya awak pastikan akan berubah! sayang awak ndak membuat sejarah itu, hanya ikut dalam sejarahnya saja. sebagai penyoblos yang gagal.

    oh ya awak juga inget waktu hearing.. waktu semua kontestan diminta menyebutkan sebuah kata yang sangat berharga bagi dirinya. giliran pinah, dia jawab “cinta”. tanpa aba2, semua orang di sekre himastron memalingkan wajah ke arah onah! lucu sekali.

  5. November 25, 2008 at 7:55 am

    halah si anton, awak saja tak ingat sama sekali hal yg terakhir kamu sebutin itu..tajam kali pun ingatanmu buat hal2 yang sepele cem gitu πŸ˜›

  6. November 26, 2008 at 4:22 am

    hmmm… ada apa ja…

  7. December 2, 2008 at 8:38 am

    Hmm…
    Pertama kalinya aku megang jabatan di Himastron itu. Sebagai ketua panpel.

    … tapi hasil itu ternyata mampu membuat sisi manusiawi dan rasional saya berkata ada yang salah dengan eksistensi saya di Himastron

    Aku juga pernah merasakan hal serupa. Silakan baca tulisanku di buku putih Perjalanan Himastron.

  8. August 30, 2010 at 4:59 pm

    Itu yang di whiteboard kok kayak tulisan tangan gw yak? Hehehehe…

  9. August 31, 2010 at 4:56 am

    wew..ada trimus. sepertinya begitu tri πŸ˜€

  10. Aldino
    October 1, 2015 at 2:15 am

    Wes wes wes, nemu artikel dan foto ini membangkitkan kenangan di Himastron…Bagaimana kabar Onah? ^__^

  11. Aldino
    October 1, 2015 at 2:21 am

    Ons, nambahin ya…samar samar ingatanku menyala. Kalau ngga salah perhitungan Onah jadi Nol itu karena udah di”skenario” kan. Waktu itu kalau ngga salah, “dewan” jenderal menganggap yang pantas di PSDM (kaderisasi) hanya Onah. Maka, posisi kunci untuk menentukan keberlangsungan kaderisasi Himastron ada di tangan Onah. Makanya, “mungkin” jadi tidak ada yang memilih Onah.. Karena kami (baca saya) tahu Onah expert di kaderiasi.. Ini seingat saya… =)

  12. March 21, 2016 at 9:27 am

    ck ck ini ya..teori konspirasi. hi hi baru baca..gpp lah al.Coba waktu itu aku jadi kahim, sekarang udah jadi mentri :))

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: