Home > piece of mine and mind > Kartini, Hanya Sebuah Opini..

Kartini, Hanya Sebuah Opini..

Saya tidak akan membicarakan sejarah Kartini dan berbagai perannya yang akhirnya menasbihkan beliau sebagai salah seorang pahlawan. Hanya karena ini bulan April, secara otomatis pikiran saya tertuju pada nama Kartini. Tentunya kata perempuan, wanita, itulah yang akan terlintas pertama kalau kata Kartini disebut. Mengingat perempuan dan Kartini pasti langsung dihubungkan dengan emansipasi. Kata-kata yang selalu didengung-dengungkan di setiap perayaan hari Kartini. Emansipasi, menurut saya kata itu tidak akan pernah bisa didefinisikan dengan eksak. Tapi mungkin lebih bijak kalau kita membiarkan kata-kata itu tidak pernah terdefinisi. Biarkan tiap tahapan dunia yang mengartikan kata itu..

Saya, kami, sebenarnya tidak ingin diistimewakan atau dibedakan dari jenis makhluk lain di dunia ini. Entah kenapa lahir kata feminisme, yang terus terang enggan saya utarakan. Feminisme yang secara harfiah berarti sebuah gerakan wanita yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara wanita dan pria, mungkin faham ini muncul karena ketidakadilan atau kekecewaan. Bukan hal yang salah memang, terkadang kami dilihat dengan penilaian yang sangat umum. Disitulah letak ketidakadilannya, memandang seorang pribadi dengan pandangan secara umun. Terlepas dia wanita atau laki-laki. Berbeda..itulah yang harus disadari untuk setiap individu. Dalam hal apapun, siapapun, dan tentang apapun.

Selama ini saya menganggap kata-kata emansipasi, feminisme, dan sejenisnya hanyalah sebuah simbol. Kalau boleh, katakanlan sebagai sebuah tonggak. Bukannya memang benar adanya, sejarah pernah berkata tentang kami. Kami, perempuan, begitu tenggelam di tengah hiruknya budaya paternalistik. Sekali lagi, setiap individu berhak menyatakan eksistensinya. Seiring jalannya waktu dan jaman, saya yakin pandangan tentang perempuan semakin terhormat. Sungguh saya sendiri tidak ingin dibedakan, hanya disadari memang ada beberapa kodrat yang membuat kita, perempuan dan lelaki, berbeda.

Bicara tentang Kartini, berarti kita harus menengok ke sejarah. Tapi maaf saya sedang enggan membicarakan Beliau. Yang utama Beliau adalah sesorang yang berhasil menggores sejarah dengan perannya. Mungkin itu yang diperlukan seorang individu..melakukan karya entah itu akan menjadi sejarah yang tercatat atau bukan sejarah.

*teruntuk wanita-wanita perkasa di sekeliling ku :)..selamat hari Kartini..

Advertisements
  1. April 22, 2009 at 4:09 am

    Kk Onah ikutan ronda malam gak 😛

  2. April 23, 2009 at 3:39 am

    masi ada y ronda malem..klo ronda malem ngitungin bintang si masi ikut..

  3. April 29, 2009 at 2:51 pm

    Setuju, perempuan dan laki-laki itu setara. Tidak diragukan lagi. Tapi tidak sama, evolusi menuntut ada perbedaan itu..

    Barusan baca Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps, hehehe…

  4. jk
    July 13, 2009 at 2:45 pm

    aquh datang…lam knal

  5. July 30, 2010 at 12:43 pm

    kartini jd inget rumah…
    lhoh^^

  6. August 31, 2010 at 4:56 am

    gitu yak dlo..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: