Home > Uncategorized > Anugrah Terindah (2)

Anugrah Terindah (2)

Mari dilanjutkan ceritanya yah, duh panjang betul yak. Tapi cerita bagian dua ini menurut saya penting, terutama bagi para orang tua baru yang akan menyiapkan tempat kelahiran. Usai dek reksa lahir, sesuai wanti2 saya pada para tenaga kesehatan (nakes) yang menolong kelahiran adalah saya ingin imd (inisiasi menyusui dini). Oh iya sekedar fyi, dalam proses melahirkan secara umum ada 4 tahapan. Yaitu kala 1 yang merupakan proses awal pembukaan sampai lengkap, kala 2 proses melahirkan bayi, kala 3 adalah kelahiran plasenta, dan kala 4 tahapan observasi untuk ibu (ada pendarahan dsb). Setelah kala 2 dilewati, imd dilakukan (setahu saya). Tentunya setelah dede dibersihkan dari lemak dan darah yang menempel. Sesuai janji, imd dilakukan setelah kelahiran plasenta. Proses mengejan ketika mengeluarkan plasenta ini ga seheboh pas melahirkan adek kok, jadi alhamdulillah cepet aja :). Tapi yang bikin kecewa adalah imd hanya dilakukan 15 menit, waktu itu alasan nakes adalah adeknya biar dibersihkan dulu tadi belum begitu bersih dan ibunya mau dijahit dulu sama dibersihkan. Fyi, imd minimal dilakukan selama 1 jam dan sebenarnya tidak masalah ibunya sambil dijahit. Saat itu saya cuma iya2 saja, soalnya kurang informasi masalah imd ini dan udah nggak konsen juga karena kecapekan. Setelah proses jahit-menjahit ini selesai, selama 1 jam saya diobservasi. Sedangkan dek reksa udah dibawa ke kamar ditemani ayah, nenek, dan pakdenya. Rasanya udah nggak sabar gendong adek dan kasih asi, soalnya reksa nangis kenceng banget. Ya udahlah, di ruang observasi ditanyain sama bidannya “Sekarang gimana rasanya?”, dan saya bilang “laper bu” :D. Akhirnya makan lah saya dengan lahapnya :D. Satu jam berselang saya dibawa ke kamar dan bertemu sang jagoan kecil 🙂 dan alhamdulillah lagi ketika mimi ASI reksa langsung bisa dan tidak kebingungan. Rasanya benar2 surga dunia, bahagia tak terkira. Walaupun ASI nya memang belum keluar banyak atau malah mungkin belum keluar. Sejak awal saya dan suami memang berkomitmen untuk ASIX (ASI ekslusif) buat reksa dan tidak kepikiran sama sekali untuk pakai susu formula (sufor). Selain investasi buat kesehatan reksa, kami juga rasanya tidak cukup dana buat sufor :p. Ribet juga pake sufor, apalagi kalo alergi macem2. Kami pilih yang pasti2 saja :D.

Tantangan menjadi ibu baru mulai dari sini. Dan sayangnya itu berasal dari para nakes di klinik bersalin tempat saya melahirkan. Mayoritas suster dan bidannya selalu bilang dibantu aja sama sufor kan asinya masih sedikit nanti kalau udah keluar banyak bisa di stop kok. Mereka selalu menggunakan alasan, “masak nggak kasihan sama adeknya, kan berat lahirnya dibawah normal.”. Beuuuh 😦 tidak sadarkah kata2 itu meruntuhkan ke-pd-an buat kasih ASI dan semakin menambah rasa lelah saya. Anehnya lagi tidak ada usaha pro aktif dari mereka untuk mengajarkan gimana sih posisi yang efektif buat kasi ASI. Padahal disitulah salah satu kunci keberhasilan memberikan ASI secara maksimal. Untungnya mbak saya adalah salah seorang nakes, jadi dia meyakinkan untuk bilang tidak ke sufor dan mengajarkan beberapa hal dasar untuk menyusui. Selain itu diajarin pula pijat oksitosin si suami saya, cenah bisa lebih memperlancar asi. Hari ke 2 gempuran kata2 itu belum juga berhenti dan reksa bibirnya mulai pecah2 kayak kehausan gitu. Jadi tambah semangat tuh kayaknya para nakes ngomporin buat kasih sufor. Waktu itu pertahanan saya mulai runtuh trus saya bilang ke salah satu bidannya, “ya udah mbak, kalo sampe besok belum keluar banyak dikasih aja tapi pake sendok ya takutnya ntar bingung puting.”. Dan saya bilang juga, “dikasih merk apa mbak? Ntar kalo alergi gimana? siapa yang tanggung jawab?”. Itu udah saking keselnya sama suster dan bidan di sana. Trus mereka jawab, “Kan bisa diobservasi alergi atau tidaknya.”. “Kalo kenapa2 berarti yang tanggung jawab sini yah mbak,” jawab saya. Dan akhirnya mereka bilang, ya udah ntar konsul aja sama dokter umumnya pas visit. Keesokan paginya pak dokter yang visit, namanya dokter Farid. Alhamdulillah dokternya baik dan pro ASI, yeaaaaaay. Dia menerangkan sebenarnya tidak masalah bayi baru lahir sampai usia 72 jam tidak menerima asupan apapun. Dan biasanya ASI belum keluar atau baru keluar dikit itu biasa. Yang penting tetap dirutinkan untuk menyusui tiap 2 jam sekali soalnya hisapan dari bayi lah yang akan merangsang keluarnya ASI. Oh iya dari reksa lahir saya tetap menyusui selama 2 jam sekali walaupun kadang reksa kebluk. Itu juga salah satu tantangan kalo mau nge-ASIX, bayi baru lahir cenderung akan tidur terus. Jadi memang harus menyusui dengan keras kepala, itu penting :). Bersyukur suami dan keluarga selalu mendukung. Alhamdulillah lagi pada siang hari ke tiga, ASI mengucur dengan deras. Yeeay, senang tak terkira :D. Sorenya, pulanglah saya ke rumah sekalian ke dsa buat konsul masalah imunisasi, soalnya klinik itu menyarankan ke dsa aja karena bayinya berat badan lahirnya di bawah normal. Ya sudah, kami ke dsa yang pro ASI (yang ini udah nanya2 biar ga kecele kayak kejadian tempat lahiran). Dan waktu ditimbang BB reksa udah naik 2 ons, alhamdulillah :). Bu dokter juga bilang, ASInya udah keluar waktu itu tapi mungkin cuma merembes dikit jadi nggak kerasa dan bayi baru lahir perlunya memang baru dikit, kan lambungnya juga masih kecil. Sip jadi makin pd :).

Jadi pesan sponsornya :D, terutama bagi para calon orang tua, carilah tempat bersalin yang pro ASI. Bisa dilihat dari adanya IMD (tanpa harus meminta), rawat gabung ibu dan bayi, dan tidak ada deretan sufor di etalase kliniknya :D. Begitu dulu lah suka duka kelahiran reksa. Menjadi ibu baru memang sangat melelahkan (btw saya sampai detik ini belum pernah tidur dalam satu periode lebih dari 3 jam) tapi alhamdulillah selalu sehat dan bahagia. Tentunya dukungan suami sangat membantu, makasih yah yanda :* dan reksa selalu sehat ya anakku sayang.

Advertisements
Categories: Uncategorized
  1. ninja masih genin
    October 8, 2012 at 1:14 pm

    kya kya ada fotonya Hanief Jr. 🙂

  2. October 16, 2012 at 3:49 pm

    Hmmm penting nih. Mas Dading harap dicatat bagian pentingnya ya :mrgreen:

  3. October 18, 2012 at 10:27 pm

    eh mas ninja makin eksis aja :p

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: