Archive

Author Archive

celoteh bujang

April 29, 2016 Leave a comment

R : Ma, hari ini yayah pulang jam berapa?

M : jam 5 mas, kenapa?

R: pengen maen sama yayah

M : seneng ya kalo yayah di rumah

R : iya

(hening sejenak)

R : tapi kalo yayah kerja, ca juga seneng kok

M : kenapa gitu?

R : kan ada mama, ca seneng kalo ada mama

M : (terharu)

 

Categories: Uncategorized

Mengejar GMT 2016

March 25, 2016 Leave a comment

Gegap gempita Gerhana Matahari Total (GMT), 9 Maret 2016, ini sudah mereda. Menyisakan potret-potret cantik sang Surya yang tertutup Bulan. Saya yakin, banyak cerita dan perjuangan di balik foto-foto itu.
Alhamdulillah, saya berhasil menjadi salah seorang saksi GMT. Bagi saya bisa menyaksikan GMT kali ini adalah sebuah prestasi. Kesibukan domestik sebagai seorang ibu dan istri membuat saya tidak ikut ‘sibuk’ menyiapkan persiapan GMT dengan maksimal. Tidak seperti ketika Gerhana Matahari Cincin (GMC) 2009 silam.

pengalaman terbang pertama buat Reksa

Pengalaman terbang pertama buat Reksa

Gerhana Matahari adalah peristiwa yang luar biasa bagi saya dan tentunya bagi para pencinta ilmu Astronomi. Saya termasuk salah seorang yang terpesona dengan gerhana Matahari. Diawali saat kekaguman menyaksikan GMC 2009, saya bertekad untuk mengejarnya selama masih memungkinkan. Gerhana Matahari Total bukanlah peristiwa yang sangat jarang terjadi, tapi peristiwa GMT melewati daerah yang sama adalah sesuatu yang langka. Apalagi GMT kali ini melewati daerah dengan cakupan yang cukup luas dan bukan daerah terpencil. Jadi, saya tidak punya alasan untuk tidak mengejarnya :). Publikasi tentang GMT 2016 kali ini sangat luar biasa, berbagai siaran televisi nasional menyediakan sesi khusus tentang serba serbi GMT. Masyarakat pun menjadi antusias menyambut GMT kali ini.
Akhirnya dengan perjuangan yang panjang (berbagai drama buat persiapan GMT ini biarlah jadi legenda aja :D), saya sekeluarga (suami,saya, dan anak) memutuskan mengejar GMT ke Palangkaraya. Tidak mudah tentunya mengajak balita dengan target yang muluk2, jadi tujuan saya kali ini cukup sederhana. Menikmati dan merasakan GMT sekaligus mengajak si kecil dalam lingkaran kebahagian saya :).
Menanti saat GMT adalah peristiwa yang mendebarkan, cerahkah? mendungkah? atau hujan?. Astronom dengan cuaca memang selalu punya love and hate relationship.
9 Maret 2016 pun tiba, hujan deras sejak pukul empat dini hari sudah mengguyur kota Palangkaraya. Pukul 05.30 hujan juga belum reda, perut udah mules tapi the show must go on. Berbekal pengalaman ketika GMC, saya tidak boleh berputus asa dengan cuaca. Masih terpatri dalam ingatan, gerimis yang menyertai saya ketika menanti waktu GMC. Gerimis masih setia menemani perjalanan kami menuju lokasi pengamatan GMT, tetapi dari sebelah timur si aktor utamanya sudah mulai tersenyum. Walaupun awan rendah masih sering menutupinya. Berbekal payung untuk melindungi si kecil dan kamera,kami pun bersiap menjadi saksi GMT. Bismillah, harap-harap cemas menanti saat GMT. Kontak pertama terlewat, angin justru bergerak ke arah timur. Beberapa menit setelahnya awan pergi, suami pun berhasil memotret gerhana beberapa kali sampai akhirnya Matahari kembali tertutup awan. Saya masih mempunyai harapan besar untuk bisa menikmati fase totalitas gerhana Matahari. Alhamdulillah, kurang lebih dua atau tiga menit sebelum fase totalitas awan tiba-tiba pergi menjauh dari Matahari. Pukul 07.28 saat masuk totalitas, GMT bisa kami abadikan. Baik dengan kamera atau pun dengan hati,pikiran dan perasaan :). Kami beruntung bisa mengabadikan GMT, karena banyak rekan yang mengamati GMT dari Palangkaraya tidak berhasil memotretnya karena awan memang setia mendampingi kami melewati gerhana ini. Walaupun tidak secerah ekspektasi kami, tapi rasanya sungguh luar biasa bagi saya pribadi. Momen dan rasa yang mungkin tidak akan mudah menguap di memori saya :). Terima kasih banyak untuk suami yang kekeuh melepas tugas on duty nya dan rela berpetualang dengan saya dan Reksa :).

totality-300mm-8s-iso800-729

Fase Totalitas, 300 mm-8 s-iso 800-07.29 WIB (kredit,Hanief Trihantoro/duniaastronomi.com)

Pengamatan GMT di Palangkaraya ini sedikit menyisakan rasa kecewa sekaligus senang. Jujur saya agak lega karena awan mampu menjadi filter untuk cahaya Matahari, karena saat gerhana banyak masyarakat yang tidak menggunakan alat yang aman untuk mengamatinya. Ada yang hanya berbekal kacamata hitam atau lembaran bekas rontgen. Sebagai lulusan Astronomi saya selalu merasa punya tanggungjawab untuk meyakinkan masyarakat bagaimana cara menikmati GMT dengan aman. Jadi sedih karena tidak bisa berbuat banyak waktu itu, karena cuma tiga kacamata matahari yang kami bawa. Alhasil saya hanya meminjamkan pada anak-anak di sekitar saya, karena mereka yang paling saya khawatirkan. Semoga kelak, kami bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik. Sampai jumpa di GMC 2019 yaa,insyaAllah..

Jpeg

good bye Palangkaraya πŸ™‚

Categories: Uncategorized

Kartun Niloya

March 21, 2016 Leave a comment

Nama Niloya mungkin asing buat sebagian besar anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak penggemar serial kartun. Tapi tidak buat kami sekeluarga, Niloya adalah satu-satunya favorit anak kami, Reksa. Berawal dari Tante Umay yang memberi hadiah buku Niloya, hasil japrem-an beliau.
Anak kami biasanya tidak betah apabila melihat film kartun, bahkan buat serial pendek dengan durasi lima menit. Mungkin karena dia tidak terbiasa dengan televisi. Tapi ternyata, kartun Niloya berhasil membuat Reksa melihat sampe akhir. Reksa “excited” melihatnya karena bisa melihat gambar di buku Niloya dan melihat rangkaian gambar tersebut bergerak.

niloya-mobil

Menurut kami Niloya adalah film kartun yang bagus untuk anak-anak. Sampai sekarang kami tidak menemukan satu pun adegan yang tidak ramah untuk dikonsumsi anak-anak. Bahkan saya ikut menikmati melihat Niloya. Setting film nya benar-benar rumah impian dari masa kecil sampai sekarang. Rumahnya dikelilingi kebun buah-buahan, ada sungai kecil di halaman depan, dan punya berbagai binatang peliharaan. Oh ya Niloya ini film kartun dari Turki, jadi kami melihatnya dalam bahasa Turki. Memang ada beberapa episode dalam English, tapi Reksa tidak suka dengan suara dubber English tokoh Niloya nya. Jadi jangan heran ya, kalau kadang-kadang Reksa sering babling dengan bahasa Turki :D. Jadi kapan ya ada yg bisa tayangin kartun Niloya di stasiun TV Nasional..

Categories: Uncategorized

belanja yuuuk

October 30, 2012 3 comments

Secara umum wanita itu suka belanja, itu fakta :D. Seiring jaman makin berkembang dan prinsip praktis menjadi suatu kebutuhan, mau nggak mau belanja online menawarkan sebuah solusi yang tepat. Begitu pun yang akhirnya menulari saya. Sebenarnya kalau ada waktu dan tempatnya dekat sih belanja langsung lebih asik, kan sekalian window shopping :D.

Saya mulai belanja online untuk keperluan baju-baju hamil. Menginjak usia kehamilan 5 bulan ternyata banyak baju yang udah nggak nyaman, sebenarnya sih masih muat2 aja kecuali buat celana panjang. Buat yang satu ini sudah ndak sanggup lah. Padahal saya kan harus pergi2 juga, masak pake training suami :p. Berhubung tinggal di kota kecil yang terbatas pilihannya sekaligus lagi hamil, jadi saya males muter2 nyari tokonya. Untunglah ada banyak toko online ibu2 hamil. Memilih toko online ini gampang-gampang susah. Nggak mau dong kita tertipu dengan toko fiktif atau dapat harga yang mahal atau kualitas yang buruk. Jadi memang agak2 gambling sih milihnya dan sayangnya belum banyak orang yang mereview toko ol yang ok. Ada sih beberapa di forum2 tapi jumlahnya masih dikit. Dengan alasan itu saya browsing sana-sini dulu dan perlu waktu 2 hari sampai akhirnya memesan barang.

Beberapa hal yang saya perhatikan dalam memilih toko online adalah kelengkapan variasi barang. Kalau belanja sekalian gitu jadi bisa menghemat ongkos kirim. Kemudian, masalah harga. Banyak kok toko online yang memiliki barang yang sama tapi harganya bisa bervariasi. Agak susah sih menemukan toko yang dari semua barangnya lebih murah, kadang2 ada item barangnya yang lebih mahal dan ada yang lebih murah. Trus memperhatikan testimoni2 yang ada, bisi tuh toko fiktif. Walaupun yg ini juga tidak menjamin tuh toko bener2 eksis atau tidak. Terakhir adalah kecepatan dan ‘keramahan’ respon customer servicenya, biasanya mereka available lewat no hp, ym, atau pun email.

Melalui banyak pertimbangan, saya putuskan belanja di estilamama. Toko online buat keperluan hamil dan menyusui. Lengkap lah, Selain itu modelnya ok2, cukup sering up date barang baru dan harganya bersaing. Dasar ibu2 yah, nggak mau rugi, jadinya saya bener2 hitung berat barang dan di-pas-in sampai benar2 genap beratnya. So tidak merugi di ongkos kirim :D. Karena saya puas dengan layanan dan barang mereka maka saya menulis testimonial di webnya dan ternyata dapat notifikasi via email kalau dapat voucher diskon karena kasih testi. Alhamdulillah, nanti dipakai kalau perlu aja πŸ˜€

Belanja online kedua, belanja kelambu. Saya putuskan untuk beli kelambu yang besar sekalian, supaya bisa long-lasting, sampe reksa gede. Kenapa kelambu? Karena saya paling tidak bisa pakai obat2 nyamuk, mau yg elektrik, yg semprot apalagi yg bakar. Biasanya sih anteng aja digigitin 1 atau 2, ga banyak nyamuk juga sih di kamar. Tapi kan kalau ada bayi, kasihan bayinya. Dari browsing kesana kemari tampaknya yg lagi populer adalah kelambu tipe2 javan, yang katanya praktis. Tapi asa kurang sreg soalnya harganya mahal :p dan tampak sumpek :D. Keputusan akhirnya, saya beli yang model dicantolin di atap tapi yang cuma 1 cantolan jadi berharap ga ribet. Belanja kelambunya di kelambu.net. Lengkap juga disini, ada berbagai tipe kelambu. Waktu itu beli yang pake paralon buat yang atasnya dan ternyata ada paralonnya yang kepanjangan. Jadi deh harus dipotong dulu, ga ribet sih tapi perlu usaha lebih. Tapi kelambunya ok, bahannya jatuh ga kaku. Baru-baru ini pesen lagi tapi yang pake kawat atasnya dan ternyata yang ini lebih ok daripada pake paralon dan ongkos kirimnya lebih murah soalnya ga berat kan. Tapi kualitas kelambunya bagus yang pertama, yang ini kaku gitu. Anyway, yg pinter2 aja milihnya :).

Oh iya tips tambahan kalau mau belanja online lagi kalau bisa milih yg tokonya satu kota saja (kalau ada yak) biar menghemat ongkir :D. Trus kalo ga buru2 amat dan belum begitu yakin sama tokonya, order pertama dikit dulu bisi kualitas barangnya ternyata buruk. Intinya jangan beli ‘kucing dalam karung’, pintar2lah walaupun itu cuma belanja :).

Categories: Uncategorized

Anugrah Terindah (2)

October 7, 2012 3 comments

Mari dilanjutkan ceritanya yah, duh panjang betul yak. Tapi cerita bagian dua ini menurut saya penting, terutama bagi para orang tua baru yang akan menyiapkan tempat kelahiran. Usai dek reksa lahir, sesuai wanti2 saya pada para tenaga kesehatan (nakes) yang menolong kelahiran adalah saya ingin imd (inisiasi menyusui dini). Oh iya sekedar fyi, dalam proses melahirkan secara umum ada 4 tahapan. Yaitu kala 1 yang merupakan proses awal pembukaan sampai lengkap, kala 2 proses melahirkan bayi, kala 3 adalah kelahiran plasenta, dan kala 4 tahapan observasi untuk ibu (ada pendarahan dsb). Setelah kala 2 dilewati, imd dilakukan (setahu saya). Tentunya setelah dede dibersihkan dari lemak dan darah yang menempel. Sesuai janji, imd dilakukan setelah kelahiran plasenta. Proses mengejan ketika mengeluarkan plasenta ini ga seheboh pas melahirkan adek kok, jadi alhamdulillah cepet aja :). Tapi yang bikin kecewa adalah imd hanya dilakukan 15 menit, waktu itu alasan nakes adalah adeknya biar dibersihkan dulu tadi belum begitu bersih dan ibunya mau dijahit dulu sama dibersihkan. Fyi, imd minimal dilakukan selama 1 jam dan sebenarnya tidak masalah ibunya sambil dijahit. Saat itu saya cuma iya2 saja, soalnya kurang informasi masalah imd ini dan udah nggak konsen juga karena kecapekan. Setelah proses jahit-menjahit ini selesai, selama 1 jam saya diobservasi. Sedangkan dek reksa udah dibawa ke kamar ditemani ayah, nenek, dan pakdenya. Rasanya udah nggak sabar gendong adek dan kasih asi, soalnya reksa nangis kenceng banget. Ya udahlah, di ruang observasi ditanyain sama bidannya “Sekarang gimana rasanya?”, dan saya bilang “laper bu” :D. Akhirnya makan lah saya dengan lahapnya :D. Satu jam berselang saya dibawa ke kamar dan bertemu sang jagoan kecil πŸ™‚ dan alhamdulillah lagi ketika mimi ASI reksa langsung bisa dan tidak kebingungan. Rasanya benar2 surga dunia, bahagia tak terkira. Walaupun ASI nya memang belum keluar banyak atau malah mungkin belum keluar. Sejak awal saya dan suami memang berkomitmen untuk ASIX (ASI ekslusif) buat reksa dan tidak kepikiran sama sekali untuk pakai susu formula (sufor). Selain investasi buat kesehatan reksa, kami juga rasanya tidak cukup dana buat sufor :p. Ribet juga pake sufor, apalagi kalo alergi macem2. Kami pilih yang pasti2 saja :D.

Tantangan menjadi ibu baru mulai dari sini. Dan sayangnya itu berasal dari para nakes di klinik bersalin tempat saya melahirkan. Mayoritas suster dan bidannya selalu bilang dibantu aja sama sufor kan asinya masih sedikit nanti kalau udah keluar banyak bisa di stop kok. Mereka selalu menggunakan alasan, “masak nggak kasihan sama adeknya, kan berat lahirnya dibawah normal.”. Beuuuh 😦 tidak sadarkah kata2 itu meruntuhkan ke-pd-an buat kasih ASI dan semakin menambah rasa lelah saya. Anehnya lagi tidak ada usaha pro aktif dari mereka untuk mengajarkan gimana sih posisi yang efektif buat kasi ASI. Padahal disitulah salah satu kunci keberhasilan memberikan ASI secara maksimal. Untungnya mbak saya adalah salah seorang nakes, jadi dia meyakinkan untuk bilang tidak ke sufor dan mengajarkan beberapa hal dasar untuk menyusui. Selain itu diajarin pula pijat oksitosin si suami saya, cenah bisa lebih memperlancar asi. Hari ke 2 gempuran kata2 itu belum juga berhenti dan reksa bibirnya mulai pecah2 kayak kehausan gitu. Jadi tambah semangat tuh kayaknya para nakes ngomporin buat kasih sufor. Waktu itu pertahanan saya mulai runtuh trus saya bilang ke salah satu bidannya, “ya udah mbak, kalo sampe besok belum keluar banyak dikasih aja tapi pake sendok ya takutnya ntar bingung puting.”. Dan saya bilang juga, “dikasih merk apa mbak? Ntar kalo alergi gimana? siapa yang tanggung jawab?”. Itu udah saking keselnya sama suster dan bidan di sana. Trus mereka jawab, “Kan bisa diobservasi alergi atau tidaknya.”. “Kalo kenapa2 berarti yang tanggung jawab sini yah mbak,” jawab saya. Dan akhirnya mereka bilang, ya udah ntar konsul aja sama dokter umumnya pas visit. Keesokan paginya pak dokter yang visit, namanya dokter Farid. Alhamdulillah dokternya baik dan pro ASI, yeaaaaaay. Dia menerangkan sebenarnya tidak masalah bayi baru lahir sampai usia 72 jam tidak menerima asupan apapun. Dan biasanya ASI belum keluar atau baru keluar dikit itu biasa. Yang penting tetap dirutinkan untuk menyusui tiap 2 jam sekali soalnya hisapan dari bayi lah yang akan merangsang keluarnya ASI. Oh iya dari reksa lahir saya tetap menyusui selama 2 jam sekali walaupun kadang reksa kebluk. Itu juga salah satu tantangan kalo mau nge-ASIX, bayi baru lahir cenderung akan tidur terus. Jadi memang harus menyusui dengan keras kepala, itu penting :). Bersyukur suami dan keluarga selalu mendukung. Alhamdulillah lagi pada siang hari ke tiga, ASI mengucur dengan deras. Yeeay, senang tak terkira :D. Sorenya, pulanglah saya ke rumah sekalian ke dsa buat konsul masalah imunisasi, soalnya klinik itu menyarankan ke dsa aja karena bayinya berat badan lahirnya di bawah normal. Ya sudah, kami ke dsa yang pro ASI (yang ini udah nanya2 biar ga kecele kayak kejadian tempat lahiran). Dan waktu ditimbang BB reksa udah naik 2 ons, alhamdulillah :). Bu dokter juga bilang, ASInya udah keluar waktu itu tapi mungkin cuma merembes dikit jadi nggak kerasa dan bayi baru lahir perlunya memang baru dikit, kan lambungnya juga masih kecil. Sip jadi makin pd :).

Jadi pesan sponsornya :D, terutama bagi para calon orang tua, carilah tempat bersalin yang pro ASI. Bisa dilihat dari adanya IMD (tanpa harus meminta), rawat gabung ibu dan bayi, dan tidak ada deretan sufor di etalase kliniknya :D. Begitu dulu lah suka duka kelahiran reksa. Menjadi ibu baru memang sangat melelahkan (btw saya sampai detik ini belum pernah tidur dalam satu periode lebih dari 3 jam) tapi alhamdulillah selalu sehat dan bahagia. Tentunya dukungan suami sangat membantu, makasih yah yanda :* dan reksa selalu sehat ya anakku sayang.

Categories: Uncategorized

my love letter

September 21, 2012 3 comments

Kehangatan cinta selalu dapat meringankan beban dan mengobati kelelahan.
Di balik hal-hal kecil sering terselip bulir-bulir mutiara yang tak ternilai,
kadang bergulai berjatuhan dari senyummu..
yang tanpa kau sadari menyirnakan kegundahanku..
atau dari uluran tanganmu yang tulus.

..Mutiara yang ku lihat melayang-layang di udara
..diantara banyak hati yang saling mengasihi karena kesadaran bahwa setiap makhluk itu mulia karena kemuliaan sang pencipta-Nya.

Semoga akhir dari sebuah perjalanan adalah perpindahan ke dalam “ruang” di mana waktu adalah keabadian dan di mana kebahagian tidak pernah mati.
..Dan semoga kegundahanku akan bertepi..

*karena cinta adalah rasa dan perwujudan kata-kata*

happy first anniversary for my beloved husband :), yuk mari berbahagia dalam segala suasana πŸ˜€

Categories: Uncategorized

Anugrah Terindah :)

September 6, 2012 5 comments

here we go again :), mari melanjutkan keluh-kesah. Sebenarnya banyak yang ingin saya bagi, nanti lah ya satu-satu. Sekarang mau mulai yang paling up-date dulu. Ingin berbagi cerita soal tetek-bengek terlahirnya jagoanku. Alhamdulillah, tanggal 24 juli 2012 pukul 09.40 telah lahir seorang anak yang cute, sweet, dan adorable dan kami beri nama Reksa Ghiffari Handaru di sebuah rumah bersalin di wates jogja secara normal. Reksa itu artinya pelindung, ini yang kasih nama saya. Ketika mengandung reksa memang si saya sempat keluar masuk RS karena memang sebelum hamil pun kesehatan saya tidak begitu terjaga, tapi seiring waktu usia kehamilan makin besar justru malah semakin sehat dan bahagia. Jadi reksa, bagi saya adalah pelindung bagi emaknya ini, see..how adorable he is :). Kalau ghiffari, yang kasih nama ayahnya. Artinya pemaaf, dengan harapan kelak dia menjadi pribadi yang mudah memaafkan. Sedangkan handaru adalah gabungan nama kami berdua, yaitu hanief dan rahayu. Sekaligus berarti bintang dalam bahasa jawa kawi. Jadi arti keseluruhan nama anak tercinta kami adalah bintang pemaaf dan pelindung. Semoga namanya nggak ‘keberatan’ yah buat dia dan semoga reksa bisa bangga dengan nama yang diberikan oleh orang tuanya.

Okay, sekarang mari dimulai hidangan utamanya.Β  Awalnya, saya berencana untuk melahirkan di jogja dengan mencari dsog yang cewek, tempat bersalin yang pro imd dan yang sesuai dengan budget tentu saja. Tetapi akhirnya dengan banyak pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk melahirkan di tempat biasa saya periksa, dengan wanti2 ke bidan dan dokternya kalo saya mau imd. Sampai usia kehamilan 36 minggu dsog saya bilang bahwa kehamilan saya ok, jadi bisa lah melahirkan normal. Dari awal hamil tidak membayangkan akan sesakit apa melahirkan tapi dengan bertambah dekatnya lahiran mau nggak mau ada rasa khawatir dan sedikit panik kali yah. Apalagi kalau dengerin cerita2 orang dan baca2 forum ibu hamil. Ada saja yang bikin parno. Tapi, baiklah saya dan suami berusaha tidak panik dengan mempersiapkan sebaik yang kami bisa. Saat usia kehamilan udah 36 minggu mulai lah saya ikut senam dan yoga hamil dan untunglah di klinik saya itu termasuk fasilitas, jadilah gratis deh senamnya. Setelah ikut senam dengan instrukturnya bu chris, alhamdulillah jadi rada tenang. Beliau mampu kasih support yang ok, si ibu ini banyak berbagi. Jadi kalo senam sebenernya banyak ngobrolnya daripada senamnya :D. Saya pun rajin senam hamil di rumah dan rajin jalan-jalan supaya nanti bisa lahir tepat waktu dengan proses kontraksi yang alami. Oh iya, walaupun direncanakan lahiran normal tapi sesuai pesan dsog dan para bidan saya juga tetap harus mempersiapan kemungkinan ceasar, baik secara mental atau pun budget. Tapi tetap harus positive thinking untuk bisa normal, toh kalo di itung2 untung ruginya melahirkan normal adalah pilihan terbaik kalo ga ada indikasi medis yang mengharuskan ceasar. Selain biayanya murah, penyembuhannya juga relatif lebih cepat dan komplikasi setelahnya dapat direduksi. Selain senam hamil, saya juga membaca buku tentang hypnobirthing yang ada cd meditasinya dan ini juga sangat membantu untuk rileks dan positive thinking. Yah setidaknya, pas udah hamil gedhe sayanya hampir tanpa keluhan dan malahan bisa tidur dengan nyenyak, kalo ga bisa dibilang kebluk a.k.a tidur wae.

Hpl saya tgl 28 juli tapi dari usg si dsog bilang kayae tgl 30 nih lahirnya dan waktu itu perkiraan janin beratnya udah 2,6 kg. Jadi amanlah kalau udah mau dilahirin, jadi mulai usia hamil 37 minggu sebenarnya udah ‘pasrah’, walaupun dalam hati yang terdalam kadang masih bilang “ah, masih ada beberapa minggu lagi :D”. Pas masuk minggu 37 ini, kontraksi palsu beberapa kali saya rasain, tapi kadang masih bingung, bener ini yang namanya kontraksi. Pernah, waktu itu suakit banget sampe ga bisa jalan tapi cuma bentar. Sakitnya gimana yah..susah didefinisikan. Kayak mules mau bab tapi rasanya menjalar sampai panggul dan tulang selangkangan. Yah gitu deh :D. Tiba lah tanggal 23 Juli malem, seharian itu sebenernya sante aja. Nggak ada kontaksi2an dan selepas magrib saya melanjutkan nonton fringe. He..pekerjaan utama saya selama hamil memang cuma ada 3, nonton, baca buku dan forum2 ibu hamil, dan tidur. Kegiatan sampingannya, masak, olahraga dan belanja online :D. Lanjut, pas nonton fringe ini lah tiba2 si saya merasakan kayak kepengen pipis tapi ga bisa ditahan. Jadi lah saya bangkit dari tempat tidur dan pyuuuk..cairan keluar begitu saja tanpa bisa ditahan dengan bau yang anyir (kayak bau darah mens gitu), air ketubannya ternyata sudah pecah. Kejadiaannya sekitar jam setengah 7an malem dan mau nggak mau saya panik tak terkira. Dengan setengah panik saya bilang ke suami nelpon rb dan si bidannya bilang suruh langsung ke sana. Ya udah, berangkatlah kami ke klinik pake motor, itu air ketuban udah kemana-mana lah. Sampai jok motor basah tak terkira. Sampe di sana, diperiksalah sama mbak bidan. Pertama, ditensi dulu dan mungkin karena panik tensinya jadi tinggi 130/90. Yang kedua, pemeriksaan dalam untuk mengetahui sudah ada bukaan atau belum. Hmmm..ini nih, sebelumnya ga kebayang gimana rasanya. Ternyata rasanya begitu deh, bidannya awalnya bilang “rileks ya mbak, pantatnya jangan diangkat”, rasanya udah warning nih bakalan ehem rasanya. Mungkin karena udah paniik duluan otot yang mungkin bisa meregang dengan mudah jadi malah tegang dan sakit deh rasanya pas si bidan masukin jarinya ke lubang peranakan :D. Dan..ternyata belum ada bukaan cenah. Selang setengah jam bu bidan senior dateng dan diperiksa dalem lagi sama si ibu. Tapi anehnya rasanya ga sesakit tadi, kayanya karena si ibu udah jago deh, soalnya ntar an diperiksa sama mbak bidan tetep we sakit. Ternyata udah bukaan 3 pas bu bidannya ngecek dan bilangnya emangg bukaannya serong ke kiri banget jadi agak susah meriksanya (ntah ini maksudnya apa). Jadilah saya disuruh tiduran aja sambil miring ke kiri selagi menunggu pembukaan lengkap sampai sepuluh. Catatan yah, kalau sedang nunggu pembukaan lengkap sebaiknya jalan2 aja kaloΒ  masih kuat. Kalau saya ga bisa, soalnya air ketuban udah merembes jadi netes2 gitu bisi bikin kotor lantai :D. Long story short, sepanjang malam kontraksi tiada henti, tiap 2 menitan lah :S. Alhasil tidak tidurlah saya, tentunya mengajak suami tercinta sambil dicakar-cakar :D. Jam tiga pagi diperiksa lagi ternyata udah bukaan 8, tinggal menunggu waktu cenah bu bidan. Trus si ibu bawain makanan, katanya harus dimakan nih biar ada energi pas mengejan nanti. Boro-boro makan deh, he..ga kemakan sama sekal. Cuma bisa minum teh yang dikasih madu biar ntar ada energi. Jam delapan lebih dicek lagi, ternyata pembukaan sudah sepuluh. Komplit dah, tinggal brojol kata si ibu dan pas diobok2 udah kerasa nih kepala dedenya udah kerasa. Masuklah saya ke ruang bersalin dengan jalan (he..ternyata kalo jalan kontraksinya ga sesakit kalo tidur lho).

Di ruang bersalin ini saya dibantu oleh tiga bidan (dua junior, satu senior), satu dokter umum, dan suami. Bu bidan udah wanti2 nih “jangan tidur yah mbak, saya tau rasanya ngantuk2 gimana gitu kan”. Hmm..dugaan yg tepat! sayanya agak lemes dan ngantuk2 ga jelas, kontraksinya ga sesakit sebelumnya tapi yg ada lemes. Padahal saat itu kan harus mengejan untuk mengeluarkan dede. Ok, begini nih situasi di ruang bersalin, mbak bidan no 1 berusaha membuat saya marah biar saya mengejan dengan kuat (sampe sempet adu mulut sama suami :)) ), mbak bidab no dua membantu mendorong dari atas dan mengawasi pernafasan, bu bidan yang bertugas menangkap dede, suami memandu pernafasan dan memberi dukungan moral. Lha si dokter ngapain? si dokter nya bercanda2 (biar rileks kali yah, tapi yg ada ngeselin :D) sambil ngitungin waktu persalinan, “mbak, udah hampir sejam niiih”, situ pikir gampang dok :D. Yaaah namanya juga baru melahirkan pertama kali :S.Dan..brooool akhirnya dede bisa dilahirkan dengan suara tangisan yang kuenceeeng dan ternyata terlilit tali pusar, alhamdulillah cuma satu lilitan dan bu bidan sigap menyambut dedenya. Rasanya lega, senang, terharu, dan kami berdua sampe nangis sesenggukan. Terima kasih Tuhan, that day is the precious moment in our life. Ceritanya udahan dulu yah..nanti disambung part 2nya. Mau berbagi soal up and down di awal2 jadi ibu2 baru :). stay tune yeee :p